Pemprov Lampung Hadir Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas Stok Pangan Jelang Akhir Tahun

Selasa, 5 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah | Foto: Ist.

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah | Foto: Ist.

Inti LampungEkonomi dan Bisnis | Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (4/11/2024).

Di dalam rakor, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa Komoditas Penyumbang andil kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terbesar di pulau jawa adalah cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras kemudian kenaikan IPH di Pulau Sumatera didominasi oleh daging ayam ras dan bawang merah.

Baca Juga :  Pj Gubernur Samsudin Serahkan Penghargaan Kepada Peraih Medali PON XXI Aceh-Sumut

Sesuai data BPS, harga bawang merah meningkat mencapai 8,89% dibanding September 2024. Harga daging ayam ras naik 1,95%, minyak goreng naik 0,89%, dan gula pasir naik 0,22%. Ini membuat daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam menjadi penyumbang utama inflasi Oktober.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa yang perlu menjadi perhatian khusus di tingkat produsen adalah cabai merah keriting karena saat ini berada dibawah harga acuan pemerintah, sehingga petani bisa terdampak.

Baca Juga :  Desaku Maju Dorong Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa

“Bila harga di wilayah rendah lakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan dorong ke daerah yang (harganya) mahal. Cara ini dapat dilakukan di Provinsi atau Kota lainnya untuk menjadi pola ketahanan para produsen dan petani kita,” katanya.

Di sisi lain, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Epi Sulandari mengungkapkan bahwa Bulog telah merealisasikan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hingga 1,23 juta ton di seluruh Indonesia per 3 November 2024. Langkah ini merupakan upaya untuk menstabilkan harga beras, terutama di daerah yang mengalami kenaikan. (*)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Dorong Program MBG Libatkan BUMDes dan UMKM Desa
Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi
Iduladha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban Asal Lampung Meningkat
Pemprov Lampung Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Dorong Ekonomi Pesisir
HIPMI Half Marathon 2026 Dorong Sport Tourism dan Perputaran Ekonomi di Lampung
Gubernur Lampung Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026
Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:32

Gubernur Lampung Dorong Program MBG Libatkan BUMDes dan UMKM Desa

Senin, 22 Juni 2026 - 18:45

Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:05

Iduladha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban Asal Lampung Meningkat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:46

Pemprov Lampung Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Dorong Ekonomi Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44

HIPMI Half Marathon 2026 Dorong Sport Tourism dan Perputaran Ekonomi di Lampung

Berita Terbaru