Inti Lampung – Budaya Lampung | Sekala Brak atau sering juga ditulis Sekala Bekhak, merupakan salah satu nama yang paling penting dalam sejarah dan kebudayaan Lampung.
Bagi banyak masyarakat Lampung, Sekala Brak tidak hanya dikenal sebagai wilayah bersejarah. Kawasan ini juga dipercaya sebagai salah satu pusat perkembangan awal masyarakat Lampung atau Ulun Lampung.
Karena itu, pembahasan mengenai asal-usul masyarakat Lampung hampir selalu bersinggungan dengan nama Sekala Brak.
Di Mana Letak Sekala Brak?
Secara geografis, Sekala Brak berada di kawasan dataran tinggi sekitar Gunung Pesagi, wilayah yang kini masuk Kabupaten Lampung Barat.
Kawasan ini berada tidak jauh dari Danau Ranau dan sejak lama dikenal sebagai daerah yang memiliki posisi strategis di jalur pergerakan penduduk di bagian selatan Sumatra.
Hingga sekarang, Gunung Pesagi masih memiliki kedudukan penting dalam memori sejarah dan budaya masyarakat Lampung.
Mengapa Sekala Brak Penting dalam Sejarah Lampung?
Ada satu alasan utama mengapa Sekala Brak selalu mendapat perhatian dalam kajian budaya Lampung. Banyak tradisi lisan, tambo adat, dan sejumlah kajian sejarah menyebut kawasan ini sebagai salah satu pusat awal perkembangan masyarakat Lampung sebelum penyebaran penduduk ke berbagai wilayah lainnya.
Dari kawasan ini, masyarakat kemudian menyebar mengikuti aliran sungai atau way, seperti:
- Way Komering
- Way Kanan
- Way Sekampung
- Way Semangka
- Way Seputih
- Way Tulang Bawang
Pola penyebaran tersebut masih sering disebut dalam berbagai narasi sejarah dan adat Lampung.
Sekala Brak dan Suku Tumi
Dalam banyak sumber sejarah lokal, Sekala Brak dikaitkan dengan keberadaan Suku Tumi. Suku ini sering disebut sebagai kelompok masyarakat yang mendiami kawasan Sekala Brak pada masa awal perkembangannya.
Namun perlu dipahami bahwa informasi mengenai Suku Tumi banyak berasal dari tradisi lisan, tambo adat, dan historiografi lokal.
Karena itu, para peneliti biasanya membedakan antara tradisi yang hidup dalam masyarakat dan bukti sejarah yang telah terverifikasi secara akademik.
Perubahan Besar dalam Sejarah Sekala Brak
Salah satu fase paling penting dalam sejarah Sekala Brak adalah perubahan struktur kekuasaan yang terjadi setelah masuknya pengaruh Islam.
Dalam berbagai sumber adat dan penelitian sejarah, diceritakan bahwa wilayah Sekala Brak kemudian mengalami transformasi dari sistem lama menuju sistem kepaksian yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Perubahan inilah yang kemudian melahirkan struktur yang dikenal sebagai Paksi Pak Sekala Brak. Bagi masyarakat adat, fase tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan identitas budaya Lampung.
Apa Hubungan Sekala Brak dan Paksi Pak Sekala Brak?
Banyak orang menganggap Sekala Brak dan Paksi Pak Sekala Brak adalah hal yang sama. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda.
Sekala Brak
Merujuk pada wilayah dan entitas sejarah yang berkembang di kawasan Gunung Pesagi.
Paksi Pak Sekala Brak
Merujuk pada sistem kepaksian yang berkembang setelah fase sejarah tertentu dan kemudian menjadi bagian penting dari struktur adat Lampung.
Memahami perbedaan ini penting agar tidak terjadi penyederhanaan sejarah.
Empat Paksi dalam Tradisi Sekala Brak
Perkembangan Paksi Pak Sekala Brak melahirkan empat kepaksian utama yang hingga kini masih dikenal dalam tradisi adat Lampung. Keempatnya adalah:
- Kepaksian Pernong
- Kepaksian Nyerupa
- Paksi Buay Belunguh
- Paksi Buay Bejalan Di Way
Empat kepaksian tersebut menjadi dasar munculnya istilah Paksi Pak, yang berarti empat paksi atau empat kepaksian.
Gunung Pesagi dan Identitas Budaya Lampung
Dalam berbagai tradisi masyarakat Lampung, Gunung Pesagi memiliki posisi yang sangat istimewa. Gunung tertinggi di Lampung ini tidak hanya dipandang sebagai bentang alam, tetapi juga sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat mengenai asal-usul dan perjalanan sejarah mereka.
Karena itu, nama Gunung Pesagi hampir selalu muncul ketika membahas Sekala Brak.
Pengaruh Sekala Brak terhadap Budaya Lampung
Jejak Sekala Brak masih dapat ditemukan dalam berbagai unsur budaya Lampung hingga sekarang. Pengaruh tersebut terlihat dalam:
- struktur adat,
- sistem kepaksian,
- tradisi Saibatin,
- gelar adat,
- sastra lisan,
- sejarah marga dan kebuayan.
Karena itu, Sekala Brak tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga masih memiliki pengaruh dalam kehidupan budaya masyarakat Lampung saat ini.
Sekala Brak dan Lampung Saibatin
Hubungan antara Sekala Brak dan Lampung Saibatin sangat erat. Banyak wilayah yang kemudian berkembang sebagai komunitas Saibatin memiliki hubungan historis dengan penyebaran penduduk dan struktur adat yang berakar dari kawasan Sekala Brak.
Karena itu, memahami sejarah Sekala Brak membantu menjelaskan mengapa budaya Saibatin memiliki karakter yang kuat hingga sekarang.
Apakah Sekala Brak Masih Ada?
Jika yang dimaksud adalah kerajaan seperti pada masa lalu, tentu struktur politiknya sudah berubah mengikuti perkembangan zaman. Namun jika yang dimaksud adalah warisan adat dan identitas budayanya, jawabannya adalah ya.
Berbagai kepaksian, lembaga adat, tradisi budaya, dan kegiatan adat yang berkaitan dengan Sekala Brak masih dapat ditemukan hingga sekarang, terutama di wilayah Lampung Barat.
Fakta Menarik tentang Sekala Brak
- Sekala Brak berada di sekitar kawasan Gunung Pesagi.
- Banyak masyarakat Lampung meyakini kawasan ini sebagai salah satu pusat asal-usul Ulun Lampung.
- Nama Sekala Brak memiliki beberapa variasi penulisan, seperti Sekala Bekhak dan Skala Brak.
- Dari perkembangan sejarahnya lahir sistem Paksi Pak Sekala Brak.
- Empat kepaksian masih dikenal dalam tradisi adat hingga sekarang.
FAQ tentang Sekala Brak
Apa itu Sekala Brak?
Sekala Brak adalah kawasan bersejarah di Lampung Barat yang memiliki posisi penting dalam sejarah dan budaya masyarakat Lampung.
Di mana letak Sekala Brak?
Sekala Brak berada di kawasan Gunung Pesagi, Kabupaten Lampung Barat.
Apa hubungan Sekala Brak dengan masyarakat Lampung?
Banyak tradisi dan sumber sejarah menyebut Sekala Brak sebagai salah satu pusat awal perkembangan masyarakat Lampung.
Apa hubungan Sekala Brak dan Paksi Pak Sekala Brak?
Paksi Pak Sekala Brak merupakan sistem kepaksian yang berkembang dari perjalanan sejarah Sekala Brak.
Apa saja empat paksi dalam Paksi Pak Sekala Brak?
Empat paksi tersebut adalah Pernong, Nyerupa, Belunguh, dan Bejalan Di Way.
Kesimpulan
Sekala Brak merupakan salah satu nama paling penting dalam sejarah dan budaya Lampung. Kawasan yang berada di sekitar Gunung Pesagi ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah bersejarah, tetapi juga memiliki posisi penting dalam narasi asal-usul masyarakat Lampung.
Dari Sekala Brak berkembang berbagai tradisi, struktur adat, dan sistem kepaksian yang masih berpengaruh hingga saat ini. Karena itu, memahami Sekala Brak merupakan langkah penting untuk memahami sejarah, identitas, dan kebudayaan Lampung secara lebih utuh.
—
Catatan untuk Pembaca: Artikel ini disusun dari berbagai sumber sejarah, kajian budaya, dan tradisi yang berkembang di masyarakat Lampung. Beberapa bagian mengenai asal-usul dan perkembangan Sekala Brak berasal dari tradisi lisan, tambo adat, serta historiografi lokal yang dapat memiliki variasi penafsiran di berbagai komunitas adat. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan memberikan gambaran umum yang edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya rujukan mengenai sejarah Sekala Brak.










Komentar