Pemprov Lampung Hadir Rakor Pengendalian Inflasi, Bahas Stok Pangan Jelang Akhir Tahun

- Editor

Selasa, 5 November 2024 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah | Foto: Ist.

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah | Foto: Ist.

Inti LampungEkonomi dan Bisnis | Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, di Ruang Command Center Lt.II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (4/11/2024).

Di dalam rakor, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa Komoditas Penyumbang andil kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terbesar di pulau jawa adalah cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras kemudian kenaikan IPH di Pulau Sumatera didominasi oleh daging ayam ras dan bawang merah.

Baca Juga :  Terkait Pinjol Ilegal, YLKI: Pemerintah Harus Lebih Tegas, Ini Alasanya

Sesuai data BPS, harga bawang merah meningkat mencapai 8,89% dibanding September 2024. Harga daging ayam ras naik 1,95%, minyak goreng naik 0,89%, dan gula pasir naik 0,22%. Ini membuat daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam menjadi penyumbang utama inflasi Oktober.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan bahwa yang perlu menjadi perhatian khusus di tingkat produsen adalah cabai merah keriting karena saat ini berada dibawah harga acuan pemerintah, sehingga petani bisa terdampak.

Baca Juga :  Pj Gubernur Samsudin Jelaskan Hikmah dari Olahraga untuk Kehidupan Sehari-hari

“Bila harga di wilayah rendah lakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan dorong ke daerah yang (harganya) mahal. Cara ini dapat dilakukan di Provinsi atau Kota lainnya untuk menjadi pola ketahanan para produsen dan petani kita,” katanya.

Di sisi lain, Kadiv Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Epi Sulandari mengungkapkan bahwa Bulog telah merealisasikan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hingga 1,23 juta ton di seluruh Indonesia per 3 November 2024. Langkah ini merupakan upaya untuk menstabilkan harga beras, terutama di daerah yang mengalami kenaikan. (*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026
Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI
Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri
Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar
DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan
Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Lampung Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok
Provinsi Lampung Catat Inflasi Terendah pada Januari 2026
Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai, Lampung Targetkan Nilai Tambah Peternakan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 19:17 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:48 WIB

Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:47 WIB

Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 - 15:16 WIB

Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:37 WIB

DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekda | Foto: Ist.

Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 7 Apr 2026 - 19:17 WIB