Inti Lampung – Kabar Lampung | Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Rencana Tahun 2026 Program Desaku Maju: Pembangunan Ekosistem Ekonomi Desa di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026). Rapat strategis ini bertujuan mengukur efektivitas hilirisasi desa, ketahanan pangan, serta merumuskan langkah perbaikan secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Wagub Jihan menegaskan pentingnya evaluasi agar program tetap berjalan sesuai target dan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Kebijakan tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 serta diperkuat Peraturan Gubernur Lampung Nomor 52 Tahun 2025.
“Kita breakdown satu per satu siapa yang melakukan leading sector pada programnya masing-masing agar output-nya tercapai,” ujar Wagub.
Program Desaku Maju ditopang dua pilar utama, yakni penyediaan Pupuk Organik Cair (POC) dan hilirisasi mesin pengering hasil panen (bed dryer). Sepanjang 2025, distribusi POC telah menjangkau 500 titik sawah dan terbukti meningkatkan produktivitas panen petani.
Untuk memperkuat sektor hilir, sebanyak 34 unit bed dryer telah didistribusikan pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 82 unit pada 2026. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah kendala dalam operasionalnya.
Pemerintah Provinsi Lampung mencatat hambatan tersebut meliputi keterbatasan manajemen usaha hingga persoalan teknis seperti dinamo terbakar. Sebagai tindak lanjut, pada 2026 akan dilakukan pemantauan ketat berbasis evidence-based policy serta integrasi sistem pembiayaan melalui Dana Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (*)









