Inti Lampung – Kabar Lampung | Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan komitmen DPRD Provinsi Lampung dalam mendukung penguatan hilirisasi kakao berbasis agroforestry sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Ahmad Giri Akbar dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Lampung, PT Olam Indonesia, serta Partnerships for Forests (P4F) yang digelar di Taman Santap Rumah Kayu, Jalan Arif Rahman Hakim, Bandar Lampung, Selasa (27/1/2026).
Menurut Ahmad Giri Akbar, pengembangan komoditas kakao melalui pendekatan agroforestry sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan merupakan kunci utama keberhasilan dalam memperkuat hilirisasi kakao, tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan hutan.
“DPRD Provinsi Lampung mendukung penuh pengembangan kakao berbasis agroforestry karena tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi petani, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi multipihak seperti ini harus terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Program hilirisasi kakao berbasis agroforestry tersebut direncanakan mencakup pengembangan lahan seluas sekitar 35.000 hektare dan melibatkan kurang lebih 18.000 petani. Para petani tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, yakni Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus, melalui skema Perhutanan Sosial.
Melalui program ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara peningkatan produktivitas dan nilai tambah kakao dengan upaya perlindungan lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi daerah dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. (*)









