Akademisi Soroti Perubahan Rekom Golkar ke Mirza-Jihan, Singgung Oligarki

- Editor

Selasa, 27 Agustus 2024 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmad Mirzani Djausal dari Partai Gerindra-Jihan Nurlela dari Partai PKB menerima rekomendasi dari Partai Golkar | Foto: Ist.

Rahmad Mirzani Djausal dari Partai Gerindra-Jihan Nurlela dari Partai PKB menerima rekomendasi dari Partai Golkar | Foto: Ist.

Inti LampungPolitik | Beberapa hari setelah menduduki pucuk pimpinan Partai Golkar, Bahlil Lahadalia merubah rekomendasi calon pimpinan daerah di Pilkada Lampung yang telah dikeluarkan oleh Ketua Umum Partai Golkar sebelumnya, Airlangga Hartarto.

DPP Golkar mencabut dukungan untuk petahana Arinal Djunaidi, lalu Golkar merestui pasangan Rahmad Mirzani Djausal dari Partai Gerindra-Jihan Nurlela dari Partai PKB untuk maju dalam Pilgub Lampung.

Penyerahan rekomendasi ini langsung diberikan oleh Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Jakarta pada Minggu (25/8/2024) malam.

Dengan begitu, Arinal gagal maju di Pilgub Lampung. Sekretaris DPD Partai Golkar Lampung, Ismet Roni mengatakan rekomendasi merupakan keputusan partai. Arinal sendiri, kata Ismet telah legowo atas keputusan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Lampung Gelar Paripurna Bahas Pertanggungjawaban APBD dan Dua Raperda

“Iya itu sudah keputusan partai, sudah kita terima dan Partai Golkar mengusung Rahmad Mirzani Djausal,” katanya dipetik dari detikSumbagsel, Selasa (27/8/2024).

“Saya kira Pak Arinal legowo, tidak mempermasalahkan, beliau kader senior juga dan sudah sangat matang dan beliau saya kira sudah menerima,” imbuhnya.

Di sisi lain, perubahan dukungan Partai Golkar dari petahana Arinal Djunaidi ke Rahmat Mirzani Djausal (RMD) dan Jihan Nurlela ini menjadi sorotan berbagai pihak, tak terkecuali para pengamat dan akademisi.

Baca Juga :  Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung, Dr. Muhtadi menyebut dinamika ini memunculkan spekulasi baru dalam peta politik di Lampung. Menurutnya kondisi ini ironis karena partai politik sendiri yang membatasi pilihan bagi masyarkat.

“Jadi menyedihkan, demokrasi yang seharusnya dapat memberikan pilihan-pilihan yang terbaik dari alternatif yang disediakan oleh partai, namun justru partai yang membatasi masyarakat untuk memilih,” ujarnya dikutip dari Lampung Geh.

“Hal ini nampak bahwa partai politik telah menjadi oligarki,” sesal Muhtadi. (*)

Berita Terkait

Penundaan Musda XI Golkar Bandar Lampung Disebut Rugikan Partai
Hari Sumpah Pemuda, PSI Lampung: Pemuda Memiliki Peran Strategis
Pemprov Lampung Dukung Penguatan Peran Politik Perempuan
Gubernur Mirza Hadiri Buka Puasa Bersama DPW PKS Provinsi Lampung
Jabat Wakil Ketua DPRD Lampung, Kostiana: Ini Adalah Amanah
Mengusung Tema Penting, Debat Kandidat Gubernur Lampung Kurang Greget
Sekdaprov Fahrizal Diduga Jamu Tim RMD, Netralitas ASN di Lampung Makin Runyam
Camat dan Mobil Dinas jadi Alat Politik, Tamparan Keras untuk Bawaslu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:56 WIB

Penundaan Musda XI Golkar Bandar Lampung Disebut Rugikan Partai

Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:14 WIB

Hari Sumpah Pemuda, PSI Lampung: Pemuda Memiliki Peran Strategis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:34 WIB

Pemprov Lampung Dukung Penguatan Peran Politik Perempuan

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:13 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Buka Puasa Bersama DPW PKS Provinsi Lampung

Kamis, 24 Oktober 2024 - 11:58 WIB

Jabat Wakil Ketua DPRD Lampung, Kostiana: Ini Adalah Amanah

Berita Terbaru

Sampah di TPA Bakung menggunung | Foto: KONSENTRIS.ID/Derri Nugraha

Bandar Lampung

TPA Bakung: Bau Busuk dari Hembusan ‘Angin Sorga’ Sang Wali

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:43 WIB