Inti Lampung – Lampung Barat | Konflik antara manusia dengan harimau kembali terjadi di Lampung. Kali ini terjadi di Pekon (desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat pada Sabtu (21/9/2024) sekitar 18.30 WIB.
Peratin Pekon Sukamarga, Jaimin membenarkan adanya peristiwa tersebut, korban adalah petani bernama Karim Yulianto (45). Korban sempat menghilang setelah diterkam dan baru ditemukan sekitar 5 jam pencarian.
“Korban saat ditemukan sudah meninggal dunia. Dugaan kami diserang harimau,” kata Jaimin, Minggu (22/9/2024) pagi dikutip dari KOMPAS.com.
Dia menjelaskan, awalnya korban dilaporkan hilang oleh keluarganya, karena sejak Sabtu sore tidak juga kembali dari kebun seperti biasanya. Mendapatkan laporan itu, aparatur desa dan warga setempat melakukan pencarian ke arah perkebunan yang digarap korban.
“Dalam proses pencarian, warga menemukan pakaian korban yang robek dan bernoda darah. Warga pun curiga akan adanya serangan harimau yang dialami korban,” ungkap Jaimin.
Kecurigaan warga terbukti dengan ditemukannya jasad korban dalam kondisi mengenaskan akibat serangan harimau tersebut. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB, setelah warga mencari hingga ke perkebunan bagian atas selama 5 jam.
“Pencarian dilakukan sampai ke perkebunan di bagian atas, alhamdulilah setelah dicari jasadnya ditemukan,” ujarnya seraya bersyukur. Warga lalu mengevakuasi jenazah korban menggunakan tandu ke rumah dan langsung dimakamkan.
Kejadian ini bukan pertama terjadi. Pada Februari-Maret 2024 serangan harimau memakan dua korban jiwa. Korban bernama Sahri (28) warga Dusun Peninjauan, Pekon (desa) Bumi Hantati, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
Kemudian Gunarso (47) warga Pekon Sumber Agung. Sedangkan korban lainnya yakni Samanan (41) warga Pekon Sukamarga mengalami luka parah di kepala akibat terkaman harimau. (*)









