Inti Lampung – Kabar Lampung | Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal di Provinsi Lampung. Langkah ini dianggap penting agar capaian ekspor daerah berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menanggapi lonjakan nilai ekspor Lampung yang menembus Rp111,3 triliun atau setara USD 6,64 miliar sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan penguatan industri pengolahan di dalam daerah agar manfaatnya lebih optimal.
“Kami menyambut baik capaian ekspor Lampung yang mencapai Rp 111 triliun di 2025, dan kami percaya bahwa hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dapat menjadi kata kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal,” ujar Basuki pada, Rabu (4/2/2026).
Ia menegaskan, hilirisasi merupakan langkah strategis agar kekayaan alam Bumi Ruwa Jurai tidak hanya dikirim dalam bentuk bahan mentah. Fokus pada produk turunan diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan sekadar ekspor komoditas primer.
Basuki juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan Lampung, termasuk sawit dan kopi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan tersebut.
“Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya. Ia menilai penguatan industri pengolahan di daerah akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Lampung ke depan. (*)









