DPRD Lampung Soroti Paradoks Industri Ayam, Dorong Penguatan Hilirisasi Pangan Daerah

“Kebutuhan pasar terhadap produk olahan sangat tinggi. Oleh sebab itu, momentum ini harus kita manfaatkan agar potensi ekonomi tersebut tidak lari ke luar daerah,” kata Mikdar.

- Editor

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Inti LampungEkonomi dan Bisnis | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyoroti paradoks ekonomi yang masih terjadi pada sektor pangan, khususnya komoditas daging ayam.

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mikdar, menilai Lampung hingga kini masih kehilangan potensi nilai tambah karena lemahnya industri pengolahan di daerah.

Ia menilai kondisi tersebut terlihat dari pola distribusi ayam hidup yang diproduksi di Lampung, namun justru diolah di luar daerah sebelum akhirnya kembali dipasarkan ke Lampung dalam bentuk produk jadi.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Mikdar menyoroti paradoks ekonomi yang sering terjadi pada komoditas daging ayam. Ia merasa ironis melihat penjualan ayam hidup dari Lampung keluar.

Kemudian kembali ke Lampung dalam bentuk daging fillet (olahan) untuk memenuhi kebutuhan program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, tingginya kebutuhan produk olahan seharusnya menjadi peluang strategis bagi Lampung untuk memperkuat industri hilir pangan.

Selama ini, Lampung dikenal sebagai salah satu daerah produsen unggas, namun nilai tambah dari sektor tersebut belum sepenuhnya dinikmati di tingkat lokal.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung Hadiri Musrenbang 2025, Fondasi Awal Menuju Indonesia Emas

“Kebutuhan pasar terhadap produk olahan sangat tinggi. Oleh sebab itu, momentum ini harus kita manfaatkan agar potensi ekonomi tersebut tidak lari ke luar daerah,” kata Mikdar, Minggu (18/01/2026).

Ia menekankan, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya bisa menjadi pengungkit pertumbuhan industri pengolahan pangan di daerah, bukan justru memperbesar ketergantungan pada produk olahan dari luar Lampung. (*)

Berita Terkait

Iduladha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban Asal Lampung Meningkat
Pemprov Lampung Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Dorong Ekonomi Pesisir
HIPMI Half Marathon 2026 Dorong Sport Tourism dan Perputaran Ekonomi di Lampung
Gubernur Lampung Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026
Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI
Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri
Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:05 WIB

Iduladha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban Asal Lampung Meningkat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Dorong Ekonomi Pesisir

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

HIPMI Half Marathon 2026 Dorong Sport Tourism dan Perputaran Ekonomi di Lampung

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:08 WIB

Gubernur Lampung Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Selasa, 7 April 2026 - 19:17 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Berita Terbaru

Kiri Lampung Saibatin dan Kanan Lampung Pepadun | Foto: Ist.

Budaya Lampung

Lampung Saibatin dan Pepadun: Mengenal Dua Adat Besar Masyarakat Lampung

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:20 WIB