RI Teken Perjanjian Dagang Bebas dengan EAEU, Peluang Baru bagi Produk Daerah Tembus Pasar Eurasia

Pemerintah mendorong pelaku usaha daerah, termasuk UMKM, untuk mulai mempersiapkan diri memanfaatkan fasilitas ekspor tersebut.

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjanjian Dagang Bebas RI–EAEU | Foto: Ist.

Perjanjian Dagang Bebas RI–EAEU | Foto: Ist.

Inti LampungEkonomi dan Bisnis | Pemerintah Indonesia resmi menandatangani Perjanjian Dagang Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) yang dipimpin Rusia. Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi produk-produk daerah untuk menembus pasar ekspor baru di kawasan Eurasia.

EAEU merupakan blok ekonomi yang beranggotakan Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan, dengan jumlah penduduk lebih dari 180 juta jiwa. Melalui perjanjian ini, Indonesia mendapatkan preferensi tarif hingga nol persen untuk sebagian besar produk ekspor ke negara-negara anggota EAEU.

Kementerian Perdagangan menyebutkan, lebih dari 90 persen pos tarif dalam perjanjian ini mendapatkan fasilitas penurunan bea masuk. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia, termasuk produk unggulan dari daerah.

Sejumlah komoditas unggulan daerah diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung dari FTA ini, seperti produk perikanan, hasil perkebunan, minyak sawit dan turunannya, karet, kopi, kakao, tekstil, alas kaki, hingga furnitur.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Bagi daerah-daerah yang selama ini bergantung pada pasar domestik atau ekspor terbatas, kerja sama ini menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran ke pasar nontradisional. Pemerintah mendorong pelaku usaha daerah, termasuk UMKM, untuk mulai mempersiapkan diri memanfaatkan fasilitas ekspor tersebut.

Provinsi Lampung sendiri memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berpotensi menembus pasar Eurasia, seperti produk perikanan, kopi, hasil perkebunan, serta produk olahan UMKM. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam sosialisasi dan pendampingan agar peluang dari perjanjian dagang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal.

Pemerintah menegaskan bahwa FTA Indonesia–EAEU tidak hanya ditujukan bagi perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM daerah untuk naik kelas dan masuk rantai perdagangan global.

Baca Juga :  Provinsi Lampung dan Jawa Timur Pererat Kerja Sama Perdagangan

Dengan dukungan pelatihan, pendampingan ekspor, serta kemudahan prosedur kepabeanan, UMKM diharapkan mampu memenuhi standar pasar Eurasia dan meningkatkan nilai tambah produknya.

Penandatanganan perjanjian ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk mendiversifikasi pasar ekspor, sehingga tidak bergantung pada pasar tradisional seperti Asia Timur, Amerika Serikat, atau Uni Eropa. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perdagangan Indonesia dengan negara-negara EAEU selama ini masih relatif terbatas. Dengan adanya FTA, nilai perdagangan bilateral ditargetkan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Meski peluang terbuka lebar, pemerintah daerah diharapkan aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha lokal. Tantangan seperti standar mutu, kontinuitas pasokan, dan logistik masih menjadi pekerjaan rumah agar manfaat FTA benar-benar dirasakan hingga ke daerah. (doy)

Berita Terkait

Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI
Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri
Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar
DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan
Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Lampung Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok
Provinsi Lampung Catat Inflasi Terendah pada Januari 2026
Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai, Lampung Targetkan Nilai Tambah Peternakan
Badan Pusat Statistik: Kemiskinan Lampung Turun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:48 WIB

Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:47 WIB

Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 - 15:16 WIB

Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:37 WIB

DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:02 WIB

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Lampung Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Berita Terbaru