Inti Lampung – Kesehatan | Mieloma adalah sejenis kanker darah yang memengaruhi sel plasma, yaitu sejenis sel darah putih yang berada di sumsum tulang. Sel plasma ini berperan dalam memproduksi antibodi yang membantu melawan infeksi.
Pada pasien mieloma, sel plasma yang abnormal berkembang biak secara tidak terkendali, menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh, seperti kerusakan tulang, masalah ginjal, dan kekebalan tubuh yang terganggu.
Mieloma ganda atau multiple myeloma adalah bentuk paling umum dari kanker ini.
Pengertian Mieloma
Mieloma adalah kanker pada sel plasma yang terbentuk di sumsum tulang, bagian dari sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi.
Dalam kondisi normal, sel plasma menghasilkan antibodi yang diperlukan tubuh. Namun, pada mieloma, sel plasma yang abnormal mulai berkembang biak dengan cepat dan tak terkendali.
Sel-sel plasma yang rusak ini menghasilkan protein abnormal yang disebut protein M atau paraprotein, yang dapat merusak organ dan menghambat fungsi sumsum tulang. Sel kanker juga merusak tulang, menyebabkan rasa sakit, dan meningkatkan risiko patah tulang.
Jenis-Jenis Mieloma
Mieloma bisa dikategorikan berdasarkan lokasi kanker dan sifat pertumbuhannya. Berikut adalah jenis-jenis mieloma:
1. Mieloma Ganda (Multiple Myeloma)
Jenis kanker mieloma ini paling umum dan terjadi ketika banyak area sumsum tulang dalam tubuh terpengaruh oleh sel plasma yang abnormal. Multiple myeloma dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh seperti tulang belakang, tengkorak, panggul, dan tulang rusuk.
Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk nyeri tulang, anemia, dan kerusakan ginjal.
2. Mieloma Soliter (Plasmacytoma)
Pada jenis ini, tumor plasma abnormal hanya ditemukan di satu lokasi di dalam tubuh, biasanya di tulang atau jaringan lunak. Jika hanya ada satu massa tumor, kondisi ini disebut plasmacytoma soliter.
Pasien dengan plasmacytoma soliter memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan multiple myeloma.
3. Mieloma Asimtomatik (Smoldering Multiple Myeloma)
Ini adalah bentuk multiple myeloma yang tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Mieloma jenis ini sering terdeteksi secara tidak sengaja melalui tes darah rutin.
Meskipun tidak aktif, pasien dengan smoldering multiple myeloma memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi multiple myeloma yang aktif.
Gejala Mieloma
Gejala mieloma dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan area yang terpengaruh. Beberapa pasien mungkin tidak merasakan gejala apa pun pada tahap awal, sementara yang lain mengalami gejala yang parah. Gejala umum mieloma meliputi:
- Nyeri tulang: Biasanya terjadi pada tulang belakang, tulang rusuk, atau panggul, terutama saat bergerak.
- Kelelahan: Rasa lelah yang kronis disebabkan oleh anemia atau kekurangan sel darah merah.
- Infeksi yang berulang: Karena mieloma memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pasien mungkin lebih rentan terhadap infeksi yang sering.
- Kadar kalsium darah yang tinggi: Dapat menyebabkan mual, muntah, konstipasi, kehilangan nafsu makan, dan kebingungan.
- Kerusakan ginjal: Protein M yang diproduksi oleh sel plasma abnormal dapat menumpuk di ginjal, menyebabkan kerusakan.
- Kelemahan otot dan kehilangan berat badan: Ini adalah gejala lain yang mungkin muncul, terutama pada stadium lanjut.
Penyebab Mieloma
Penyebab pasti mieloma yang merupakan salah satu jenis kanker darah ini belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit ini. Beberapa faktor tersebut meliputi:
1. Faktor Usia
Mieloma lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun. Sebagian besar kasus didiagnosis pada orang yang berusia antara 65 dan 74 tahun.
2. Jenis Kelamin dan Ras
Pria lebih mungkin terkena mieloma dibandingkan wanita. Selain itu, mieloma lebih sering ditemukan pada orang kulit hitam dibandingkan dengan orang kulit putih atau ras lainnya.
3. Paparan Zat Kimia
Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tertentu, seperti pestisida, herbisida, atau benzena, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko mieloma.
4. Kondisi Prakanker
Kondisi prakanker seperti Monoclonal Gammopathy of Undetermined Significance (MGUS), yang ditandai oleh kelebihan produksi protein abnormal, bisa berkembang menjadi mieloma pada sebagian kecil kasus.
5. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan mieloma dapat meningkatkan risiko, meskipun faktor keturunan bukan satu-satunya penyebab.
Diagnosis Mieloma
Untuk mendiagnosis mieloma, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan keberadaan sel kanker plasma. Beberapa tes yang digunakan meliputi:
1. Tes Darah
Tes darah dapat menunjukkan adanya protein abnormal yang diproduksi oleh sel plasma, seperti protein M. Tes darah juga digunakan untuk memeriksa fungsi ginjal, kadar kalsium, dan jumlah sel darah.
2. Tes Urin
Tes urin dapat mengungkapkan adanya rantai ringan Bence-Jones, yaitu bagian dari protein abnormal yang diproduksi oleh sel mieloma.
3. Biopsi Sumsum Tulang
Biopsi sumsum tulang dilakukan untuk mengambil sampel sumsum tulang guna diperiksa di laboratorium. Ini membantu memastikan diagnosis mieloma dan menentukan jumlah sel plasma yang abnormal di sumsum tulang.
4. Tes Pencitraan
CT scan, MRI, atau X-ray dapat digunakan untuk memeriksa kerusakan pada tulang akibat mieloma. Tes ini juga membantu menentukan apakah kanker telah menyebar ke organ lain.
Pengobatan Mieloma
Pengobatan mieloma bergantung pada jenis, stadium penyakit, dan kondisi umum pasien. Beberapa metode pengobatan utama meliputi:
1. Kemoterapi
Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Pada mieloma, kemoterapi sering digunakan sebagai pengobatan lini pertama dan dapat diberikan sebelum transplantasi sel induk.
2. Transplantasi Sel Induk
Transplantasi sel induk (stem cell transplant) dapat digunakan untuk menggantikan sel-sel sumsum tulang yang rusak akibat kemoterapi dosis tinggi.
Ada dua jenis transplantasi sel induk: transplantasi autologous (menggunakan sel induk pasien sendiri) dan transplantasi allogeneic (menggunakan sel dari donor).
3. Imunoterapi
Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh menyerang sel kanker. Pengobatan seperti Darzalex (daratumumab) atau Elotuzumab adalah beberapa jenis imunoterapi yang digunakan untuk mengobati mieloma.
4. Terapi Target
Terapi target menggunakan obat-obatan yang menyerang protein atau gen spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Bortezomib dan Lenalidomide adalah contoh obat terapi target yang sering digunakan untuk pasien mieloma.
5. Terapi Radiasi
Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Ini biasanya digunakan jika mieloma menyebabkan kerusakan tulang yang parah atau nyeri yang tidak bisa dikontrol dengan obat.
Prognosis dan Harapan Hidup
Prognosis pasien dengan mieloma sangat bervariasi tergantung pada jenis mieloma, seberapa jauh penyakit telah berkembang, dan bagaimana respon tubuh terhadap pengobatan.
Pasien dengan mieloma yang terdiagnosis pada tahap awal dan yang merespon dengan baik terhadap pengobatan dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama. Namun, mieloma adalah penyakit kronis yang sering kambuh setelah periode remisi.
Dengan perkembangan dalam pengobatan, seperti terapi target dan imunoterapi, pasien mieloma saat ini memiliki peluang lebih baik untuk hidup lebih lama dan dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Akhir kata,
Mieloma adalah kanker pada sel plasma yang mempengaruhi sumsum tulang. Multiple myeloma adalah jenis mieloma yang paling umum dan dapat menyebabkan berbagai gejala seperti nyeri tulang, kelelahan, dan infeksi yang berulang.
Meskipun penyebab pasti mieloma tidak sepenuhnya dipahami, faktor usia, paparan zat kimia, dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang.
Pengobatan mieloma mencakup kemoterapi, transplantasi sel induk, imunoterapi, terapi target, dan terapi radiasi. Prognosis bervariasi tergantung pada respon terhadap pengobatan, namun terapi-terapi modern telah meningkatkan harapan hidup bagi banyak pasien.
Catatan:
Artikel ini memberikan pemahaman tentang jenis kanker darah mieloma, tetapi konsultasi dengan dokter tetap diperlukan untuk diagnosis dan perawatan yang lebih tepat.










Komentar