Inti Lampung – Kabar Lampung | Keterbatasan infrastruktur masih dirasakan warga Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Para pelajar setempat hingga kini harus menyeberangi Sungai Way Bungur menggunakan perahu kecil setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat siswa berseragam lengkap, sebagian membawa sepeda motor, mengantre di tepian sungai sebelum menyeberang satu per satu. Warga menyebut situasi itu telah berlangsung bertahun-tahun akibat belum tersedianya jembatan penghubung yang memadai.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menyatakan persoalan penyeberangan Sungai Way Bungur sebenarnya sudah lama disampaikan ke berbagai tingkatan pemerintahan. Ia mengaku bersama sejumlah anggota dewan pernah meninjau langsung lokasi tersebut.
“Dari kabupaten, provinsi, sampai kami di DPRD sudah pernah turun ke lokasi. Pengajuan agar ditangani kementerian juga sudah lama dilakukan,” ujar Yusnadi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, surat permohonan pembangunan jembatan permanen telah diajukan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait sejak lebih dari enam bulan lalu. Dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, dinas teknis juga disebut telah memastikan pengajuan tersebut sudah diproses di tingkat kementerian.
“Saat ini kita tinggal menunggu proses dari kementerian. Karena kalau mengandalkan APBD, rasanya sangat sulit,” jelasnya. DPRD Lampung berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian agar akses pendidikan dan mobilitas warga tidak lagi bergantung pada penyeberangan sungai yang berisiko. (*)










Komentar