DPRD Lampung: Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi Daerah

- Editor

Senin, 9 Februari 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Inti LampungKabar Lampung | Sektor pertanian kembali menegaskan peran strategisnya sebagai penopang utama perekonomian Provinsi Lampung, seiring capaian pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat sebagai tertinggi ketiga di Sumatera. Kondisi ini dinilai tidak terlepas dari kontribusi besar para petani dan komoditas unggulan daerah.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menyebut mayoritas masyarakat Lampung berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama seperti padi, jagung, singkong, dan kopi. Komoditas tersebut selama ini menjadi tulang punggung perputaran ekonomi di berbagai kabupaten/kota.

Baca Juga :  Ahmad Basuki Serap Aspirasi Petani Soal Listrik dan Bansos

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung berasal dari sektor pertanian,” ujar Mikdar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, pada masa pemerintahan gubernur saat ini, sejumlah komoditas unggulan telah memiliki standar harga eceran terendah (HET), yakni padi Rp6.500 per kilogram, jagung Rp5.600 per kilogram, dan singkong Rp1.350 per kilogram dengan potongan rafaksi. Harga tersebut ditetapkan sebagai batas minimal dan tidak boleh berada di bawah ketentuan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Lampung Pimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Ubi Kayu Demi Kesejahteraan Petani

Menurut Mikdar, sebelum kebijakan HET diberlakukan, harga hasil panen kerap dipermainkan oleh pembeli sehingga posisi tawar petani relatif lemah. Petani sering dihadapkan pada pilihan sulit karena jika panen ditahan berisiko rusak, sementara jika dijual harga yang diterima rendah.

“Dengan adanya standar harga minimal ini, petani kini memiliki kepastian pendapatan yang lebih layak,” jelasnya. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Lampung. (*)

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila, Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Persatuan dan Kepentingan Rakyat
Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Air untuk Jaga Ketahanan Pangan
Gaji Ke-13 ASN Pemprov Lampung Mulai Cair 2 Juni 2026
Iduladha Jadi Momentum Perkuat Pengorbanan dan Solidaritas Sosial di Lampung
Lampung Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional, Fokus Tingkatkan Produksi
Gubernur Lampung Targetkan Produktivitas Pertanian Naik untuk Dongkrak Kesejahteraan Petani
Lampung Terima 16 Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 1447 Hijriah
Digitalisasi Transaksi Jadi Kunci Dongkrak PAD Lampung

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:08 WIB

Hari Lahir Pancasila, Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Persatuan dan Kepentingan Rakyat

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Air untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:08 WIB

Gaji Ke-13 ASN Pemprov Lampung Mulai Cair 2 Juni 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:05 WIB

Iduladha Jadi Momentum Perkuat Pengorbanan dan Solidaritas Sosial di Lampung

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Lampung Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional, Fokus Tingkatkan Produksi

Berita Terbaru

Kiri Lampung Saibatin dan Kanan Lampung Pepadun | Foto: Ist.

Budaya Lampung

Lampung Saibatin dan Pepadun: Mengenal Dua Adat Besar Masyarakat Lampung

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:20 WIB