Sekdaprov Lampung Tekankan Kesiapsiagaan Kolektif Hadapi Bencana Alam

"Mitigasi ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi melalui inovasi teknologinya, TNI/Polri dari sisi kesiapsiagaan personel, hingga peran aktif dunia usaha dan masyarakat,"

Senin, 5 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Komandan Brigif 4 Marinir Lampung dan tim pakar dari Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) | Foto: Ist.

Audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Komandan Brigif 4 Marinir Lampung dan tim pakar dari Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) | Foto: Ist.

Inti LampungKabar Lampung | Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah preventif dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi megathrust dan tsunami. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan jajaran TNI, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait.

Hal tersebut dikemukakan dalam audiensi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama Komandan Brigif 4 Marinir Lampung dan tim pakar dari Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), di Ruang Kerja Sekdaprov, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Pemprov Lampung Teguhkan Semangat Melanjutkan Perjuangan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut Sekdaprov mengatakan bahwa bencana alam adalah risiko nyata yang memerlukan mitigasi terukur dan terencana. Menurutnya, kesiapsiagaan kolektif menjadi instrumen utama dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Lampung.

“Mitigasi ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi melalui inovasi teknologinya, TNI/Polri dari sisi kesiapsiagaan personel, hingga peran aktif dunia usaha dan masyarakat,” ujar Sekdaprov

Dalam pertemuan tersebut, tim Fakultas Teknik Unila memperkenalkan inovasi Unila Tsunami Early Warning System (U-TEWS). Teknologi yang berbasis pada Perangkat Ukur Murah Muka Air Laut (PUMMA) ini dirancang khusus untuk memantau anomali muka air laut secara real-time.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Raih Predikat Tertinggi Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Dekan Fakultas Teknik Unila, Ahmad Herison, menjelaskan bahwa pengembangan sistem ini murni didasari pada misi kemanusiaan. Inovasi ini menawarkan efisiensi biaya dan kemudahan perawatan dibandingkan sistem impor, namun tetap memiliki akurasi tinggi karena terintegrasi langsung dengan data BMKG. (*)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat untuk Lestarikan Budaya
Pemprov Lampung Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan
Gubernur Mirza Sambut Rakernas ALPTK PTMA, Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah bagi Pendidikan
Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru
Batin Wulan Ajak Generasi Muda Lampung Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah
Tujuh Ruas Jalan di Lampung Diresmikan melalui Program Inpres Jalan Daerah 2025
Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Berbasis Desa
Pemprov Lampung Gelar Nobar Piala Dunia, Perkuat Kebersamaan Masyarakat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:02

Gubernur Lampung Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Adat untuk Lestarikan Budaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:21

Pemprov Lampung Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Perencanaan Pembangunan

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:04

Gubernur Mirza Sambut Rakernas ALPTK PTMA, Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah bagi Pendidikan

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:05

Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Operasional Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:41

Batin Wulan Ajak Generasi Muda Lampung Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Berita Terbaru