Inti Lampung – Bandar Lampung | Analisa yang dikeluarkan Climate Central menyebut kota Bandar Lampung menjadi 4 kota yang masuk dalam suhu tertinggi se-Asia Tenggara periode Juni-Agustus 2024.
Bandar Lampung menduduki posisi ketiga kota suhu panas tertinggi di bawah Makasar (Sulawesi Selatan), Sumedang (Jawa Barat) dan Davao (Filipina). Climate Central mencatat Kota Bandar Lampung mengalami suhu panas selama 81 hari.
BMKG Lampung menyebut kondisi ini terjadi karena memasuki musim puncak kemarau. Pihaknya memprediksi puncak kemarau akan berakhir pada pertengahan bulan Oktober 2024 mendatang.
Kordinator Bidang Data BMKG Raden Inten Lampung, Rudi Hartono mengatakan, suhu tertinggi akan terasa setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan suhu mencapai 35 derajat Celcius.
“Biasanya puncak panas itu akan mulai terasa dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Biasanya suhu akan mencapai 34 hingga 35 derajat Celcius,” kata dia kepada wartawan, Kamis (19/9/2024).
Panasnya Kota Tapi Berseri ini juga tak lepas dari minimnya ruang terbuka hijau (RTH). Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Bandar Lampung mencatat ruang terbuka hijau (RTH) tersisa 4,5 persen. Luasan RTH tersebut berkurang dari sebelumnya 11,08 persen.
Kondisi RTH di Bandar Lampung memang sangat memprihatinkan dan belum menjadi perhatian pemerintah. Bahkan Perda tentang RTH ini saja belum ada, artinya Pemkot Bandar Lampung memang tak peduli dengan ruang terbuka hijau.
Sementara itu, banyak pihak yang sudah menyoroti kondisi RTH kota Bandar Lampung yang semakin berkurang mengingat idealnya ruang terbuka hijau sebuah wilayah perkotaan mencapai 30 persen.
Menjelang akhir jabatan dan akan mencalonkan diri lagi, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana baru biaracara soal ruang publik maupun ruang terbuka hijau. Tak tanggung, dia janjikan bangun ruang publik di setiap kecamatan.
“Kami juga sedang mengembangkan rencana tata ruang di Kecamatan Telukbetung Timur dan Telukbetung Barat. Dua wilayah itu memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi dan fungsi tambahan sebagai wisata alam dan bahari,” kata dia, Rabu (18/9/2024).
“Sementara, kami fokuskan di dua kecamatan itu dulu. Ke depannya, akan ada pembangunan ruang terbuka di kecamatam lain,” imbuhnya. (*)










Komentar