Gubernur Lampung Pastikan Bed Dryer Bantu Tingkatkan Nilai Jual Gabah Petani

- Editor

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat berdialog dengan petani di Pekon Sumber Agung, Jumat (14/8/2026) | Foto: Ist.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat berdialog dengan petani di Pekon Sumber Agung, Jumat (14/8/2026) | Foto: Ist.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memastikan bantuan mesin pengering gabah atau bed dryer di Pekon Sumber Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, dimanfaatkan untuk mempercepat pengeringan sekaligus meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen petani.

Menurut Mirza, fasilitas pengeringan di tingkat desa menjadi solusi agar petani tidak lagi harus menjual gabah dalam kondisi basah dengan harga lebih rendah. Pengeringan yang optimal diharapkan dapat meningkatkan keuntungan petani.

“Sekarang karena sudah untung kita mau tambah lagi untungnya. Kita buat pengering,” ucap Gubernur Mirza saat berdialog dengan petani di Pekon Sumber Agung, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Rakor TKPKD 2025, Satukan Langkah Atasi Kemiskinan Ekstrem

Mesin bed dryer tersebut dikelola Kelompok Tani Sumber Tani 8 dan terintegrasi dengan pengelolaan pabrik terpadu di pekon setempat. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengeringan sekitar 20 ton gabah dalam satu kali proses.

Ketua Kelompok Tani Sumber Tani 8, Andi Lala, menjelaskan bahwa sebelum mesin tersedia, petani mengandalkan lantai jemur atau terpal untuk mengeringkan hasil panen. Keterbatasan tempat membuat metode manual menjadi pilihan utama bagi sebagian besar petani.

Baca Juga :  Metode Penilaian Relatif Ketat, Lampung Raih 2 Penghargaan Kemendagri dan Kementerian PU

Proses pengeringan secara manual membutuhkan waktu cukup lama, yakni tiga hingga empat hari untuk gabah dari lahan sekitar seperempat hektare saat cuaca cerah. Jika hujan sering turun, prosesnya bisa memakan waktu hingga satu pekan. Kehadiran bed dryer diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut dan mendukung peningkatan pendapatan petani. (*)

Berita Terkait

DLH Lampung Matangkan Persiapan Proyek PSEL Lampung Raya
Sekdaprov Marindo Dorong Biro Organisasi Lampung Lebih Adaptif dan Modern
Wagub Jihan Dorong Pengolahan Sampah Pasar Jadi Pupuk Organik
Gubernur dan Wagub Lampung Saksikan Detik-detik Proklamasi dari Istana Merdeka
Jihan Nurlela: Paskibraka Mengemban Amanah Menjaga Kehormatan Bangsa
Gubernur Lampung Lepas 598 Peserta Kontingen Jamnas XII 2026
Gubernur Lampung Dorong Mahasiswa Baru Unila Jadi Generasi Berdampak
Pemprov Lampung Kawal Program Bedah Rumah dan Optimalkan Pajak Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:38

DLH Lampung Matangkan Persiapan Proyek PSEL Lampung Raya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:37

Sekdaprov Marindo Dorong Biro Organisasi Lampung Lebih Adaptif dan Modern

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:45

Wagub Jihan Dorong Pengolahan Sampah Pasar Jadi Pupuk Organik

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:43

Gubernur dan Wagub Lampung Saksikan Detik-detik Proklamasi dari Istana Merdeka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03

Jihan Nurlela: Paskibraka Mengemban Amanah Menjaga Kehormatan Bangsa

Berita Terbaru