Digitalisasi Transaksi Jadi Kunci Dongkrak PAD Lampung

- Editor

Senin, 25 Mei 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung | Foto: Ist.

High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung | Foto: Ist.

Inti LampungKabar Lampung | Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menilai digitalisasi transaksi pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperbaiki pelayanan publik di Provinsi Lampung. Menurutnya, besarnya aktivitas ekonomi di Lampung selama ini belum sepenuhnya berdampak pada penerimaan daerah akibat lemahnya sistem digitalisasi dan pengawasan transaksi.

“Perputaran uang di Lampung tahun 2025 mencapai Rp 528 triliun, tetapi PAD yang berhasil dikumpulkan baru sekitar Rp 8,5 triliun sampai Rp 10 triliun atau belum sampai 5 persen. Ini yang harus kita benahi bersama melalui digitalisasi,” ucap Gubernur.

Baca Juga :  Dukung Pertumbuhan Industri Bernilai Tambah, Gubernur Mirza Resmikan Lampung Refinery Cargill

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung bertema Sinkronisasi Peta Jalan dan Rencana Aksi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (25/5/2026).

Forum itu dihadiri kepala daerah se-Lampung, perwakilan Bank Indonesia, OJK, Bank Lampung, serta sejumlah organisasi perangkat daerah. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen mempercepat digitalisasi transaksi guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Baca Juga :  DPRD Lampung Sebut Hilirisasi Sawit dan Kopi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah Produk Lokal

Sementara itu, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengatakan digitalisasi tidak hanya sekadar mengubah sistem pembayaran tunai menjadi non tunai, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik agar lebih cepat, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi.

“Kita perlu satu layanan digital yang terintegrasi agar masyarakat tidak bingung. Tidak perlu masing-masing daerah membuat banyak aplikasi sendiri-sendiri,” ujar Wagub. (*)

Berita Terkait

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI 2026, Gubernur Sambut Jajaran Pengurus Pusat dan Daerah
Pemprov Lampung Dorong Reforma Agraria untuk Cegah Ketimpangan Penguasaan Lahan
Wagub Jihan: Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Daya Saing dan Ketahanan Daerah
Pemprov Lampung Perkuat Akuntabilitas Kinerja dan Zona Integritas Perangkat Daerah
Sekdaprov Lampung Dorong Digitalisasi Pengawasan melalui Aplikasi e-Review
Hari Lahir Pancasila, Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Persatuan dan Kepentingan Rakyat
Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Air untuk Jaga Ketahanan Pangan
Gaji Ke-13 ASN Pemprov Lampung Mulai Cair 2 Juni 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:47 WIB

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI 2026, Gubernur Sambut Jajaran Pengurus Pusat dan Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Dorong Reforma Agraria untuk Cegah Ketimpangan Penguasaan Lahan

Senin, 8 Juni 2026 - 18:37 WIB

Wagub Jihan: Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Daya Saing dan Ketahanan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:41 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Akuntabilitas Kinerja dan Zona Integritas Perangkat Daerah

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Digitalisasi Pengawasan melalui Aplikasi e-Review

Berita Terbaru

Ilustrasi | Foto: Ist.

Budaya Lampung

Sejarah Sekala Brak: Jejak Awal Peradaban dan Budaya Orang Lampung

Rabu, 10 Jun 2026 - 10:42 WIB

Kiri pakaian adat Pepadun dan Kanan pakaian adat Saibatin | Foto: Ist.

Budaya Lampung

Apa Perbedaan Lampung Saibatin dan Pepadun? Ini Penjelasannya

Selasa, 9 Jun 2026 - 11:01 WIB