Tari Sigeh Pengunten: Sejarah, Makna, dan Filosofi Tarian Penyambutan Khas Lampung

Tari Sigeh Pengunten merupakan tarian penyambutan khas Lampung yang sarat makna. Kenali sejarah, fungsi, gerakan, dan filosofi budaya di balik tarian ikonik ini.

- Editor

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tari Sigeh Pengunten | Foto: Ist.

Tari Sigeh Pengunten | Foto: Ist.

Inti LampungBudaya Lampung | Saat tamu penting datang ke Lampung, sering kali mereka disambut dengan tarian yang anggun dan penuh penghormatan. Tarian tersebut dikenal sebagai Tari Sigeh Pengunten, salah satu ikon budaya yang paling dikenal dari Provinsi Lampung.

Gerakannya yang lembut, busananya yang megah, serta tradisi pemberian sirih kepada tamu bukan sekadar pertunjukan seni. Setiap unsur dalam Tari Sigeh Pengunten menyampaikan pesan tentang keramahan, penghormatan, dan nilai budaya masyarakat Lampung.

Hingga saat ini, Tari Sigeh Pengunten masih tampil dalam berbagai acara resmi, kegiatan budaya, hingga penyambutan tamu kehormatan. Keberadaannya menjadikan tarian ini salah satu simbol identitas budaya Lampung yang paling kuat.

Apa Itu Tari Sigeh Pengunten?

Tari Sigeh Pengunten adalah tarian penyambutan khas Lampung yang dibawakan untuk menghormati tamu yang datang. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara adat, kunjungan pejabat, festival budaya, hingga pembukaan kegiatan resmi.

Dalam praktiknya, para penari menampilkan gerakan yang halus dan teratur sambil membawa tepak berisi sirih yang nantinya dipersembahkan kepada tamu sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang.

Karena fungsi tersebut, banyak masyarakat mengenal Tari Sigeh Pengunten sebagai “tari penyambutan” khas Lampung.

Sejarah Tari Sigeh Pengunten

Sejarah Tari Sigeh Pengunten tidak bisa dilepaskan dari perkembangan budaya masyarakat Lampung yang terdiri dari dua kelompok adat besar, yaitu Saibatin dan Pepadun. Dalam perkembangannya, tarian ini lahir sebagai bentuk representasi budaya Lampung secara lebih luas.

Sejumlah penelitian menyebut Tari Sigeh Pengunten merupakan hasil pengembangan dan perpaduan unsur budaya yang sebelumnya dikenal melalui Tari Sembah dan berbagai tradisi tari Lampung lainnya. Karena itulah banyak gerakan dan unsur busananya mencerminkan perpaduan budaya masyarakat Lampung.

Melalui kebijakan daerah, Tari Sigeh Pengunten kemudian ditetapkan sebagai tarian resmi Lampung untuk penyambutan tamu penting. Sejak saat itu, popularitasnya terus berkembang hingga dikenal secara nasional.

Mengapa Tari Sigeh Pengunten Menjadi Simbol Lampung?

Tidak semua daerah memiliki tarian yang begitu melekat dengan identitas wilayahnya. Di Lampung, posisi tersebut ditempati oleh Tari Sigeh Pengunten.

Salah satu alasannya adalah karena tarian ini memuat nilai budaya yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Lampung, terutama dalam menghormati tamu dan menjaga hubungan sosial.

Baca Juga :  Piil Pesenggiri: Filosofi Hidup Orang Lampung yang Sering Disalahpahami

Selain itu, Tari Sigeh Pengunten juga dianggap mampu merepresentasikan keragaman budaya Lampung melalui perpaduan unsur adat yang berbeda menjadi satu pertunjukan yang harmonis.

Makna Filosofis Tari Sigeh Pengunten

Di balik keindahan gerakannya, Tari Sigeh Pengunten menyimpan filosofi yang cukup mendalam.

Penghormatan kepada Tamu

Makna paling utama dari tarian ini adalah penghormatan kepada tamu yang datang. Melalui gerakan yang anggun dan penyajian sirih, masyarakat Lampung menunjukkan rasa hormat sekaligus ucapan selamat datang kepada para tamu.

Wujud Nilai Nemui Nyimah

Dalam budaya Lampung terdapat nilai yang dikenal sebagai Nemui Nyimah, yaitu sikap ramah, terbuka, dan menghargai tamu.

Nilai tersebut tercermin secara kuat dalam Tari Sigeh Pengunten, terutama melalui prosesi penyambutan dan pemberian tepak berisi sirih.

Semangat Kebersamaan

Tari Sigeh Pengunten juga menggambarkan semangat hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam. Perpaduan unsur budaya Saibatin dan Pepadun dalam tarian ini menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan yang memperkaya budaya Lampung.

Gerakan Khas Tari Sigeh Pengunten

Salah satu daya tarik utama Tari Sigeh Pengunten terletak pada gerakannya yang lembut dan terukur.

Setiap gerakan dirancang untuk menampilkan kesopanan, kelembutan, dan penghormatan. Karena itu, penari harus menjaga ketepatan gerak, ekspresi, dan kekompakan selama pertunjukan berlangsung.

Beberapa nama gerakan dalam Tari Sigeh Pengunten dikenal luas dalam dunia tari Lampung dan menjadi bagian penting dari identitas tarian ini.

Busana dan Properti yang Digunakan

Selain gerakan, busana Tari Sigeh Pengunten juga memiliki daya tarik tersendiri. Para penari umumnya mengenakan:

  1. Siger sebagai mahkota khas Lampung.
  2. Kain Tapis sebagai busana tradisional.
  3. Tanggai atau hiasan jari berwarna emas.
  4. Berbagai aksesori adat Lampung lainnya.

Sementara itu, properti yang paling penting adalah tepak berisi sirih yang digunakan dalam prosesi penyambutan tamu. Tepak tersebut menjadi simbol keramahan dan penghormatan dalam budaya Lampung.

Tari Sigeh Pengunten di Era Modern

Meskipun berasal dari tradisi budaya, Tari Sigeh Pengunten tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Saat ini tarian tersebut tidak hanya tampil dalam upacara adat, tetapi juga dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, festival budaya, hingga promosi pariwisata daerah.

Baca Juga :  Siger Lampung: Sejarah, Makna, dan Filosofi Mahkota Ikonik dari Bumi Ruwa Jurai

Kehadirannya di berbagai ruang publik membantu generasi muda mengenal budaya Lampung secara lebih dekat.

Mengapa Tari Sigeh Pengunten Penting Dilestarikan?

Tari Sigeh Pengunten bukan sekadar pertunjukan seni. Tarian ini menyimpan nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Lampung.

Melestarikannya berarti menjaga warisan budaya, memperkenalkan nilai keramahan kepada generasi muda, serta mempertahankan salah satu simbol kebanggaan masyarakat Lampung.

FAQ Tentang Tari Sigeh Pengunten

Apa fungsi utama Tari Sigeh Pengunten?
Fungsi utamanya adalah sebagai tarian penyambutan untuk menghormati tamu kehormatan dalam berbagai acara adat maupun kegiatan resmi.

Dari mana asal Tari Sigeh Pengunten?
Tarian ini berasal dari Provinsi Lampung dan berkembang sebagai representasi budaya masyarakat Lampung.

Apa makna pemberian sirih dalam Tari Sigeh Pengunten?
Pemberian sirih melalui tepak melambangkan penghormatan, keramahan, dan penerimaan terhadap tamu yang datang.

Apa hubungan Tari Sigeh Pengunten dengan budaya Lampung?
Tarian ini mencerminkan nilai budaya Lampung seperti Nemui Nyimah, penghormatan kepada tamu, dan semangat kebersamaan masyarakat.

Kesimpulan

Tari Sigeh Pengunten merupakan salah satu warisan budaya paling penting di Lampung. Melalui gerakan yang anggun, busana adat yang khas, dan prosesi penyambutan yang sarat makna, tarian ini menjadi simbol keramahan masyarakat Lampung.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, Tari Sigeh Pengunten mencerminkan nilai-nilai budaya yang masih hidup hingga sekarang. Itulah sebabnya tarian ini terus dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas Lampung.

Catatan untuk Pembaca: Artikel ini dirangkum dari berbagai referensi yang dianggap kredibel, termasuk kajian akademik, dokumentasi budaya, serta sumber-sumber lain yang relevan. Budaya Lampung merupakan warisan yang kaya dan beragam, sehingga terdapat kemungkinan perbedaan pemahaman, istilah, maupun praktik adat antara satu daerah, marga, keratuan, atau komunitas dengan yang lain. Oleh karena itu, informasi yang disajikan dalam artikel ini dimaksudkan sebagai gambaran umum dan bahan pembelajaran, serta tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh perspektif yang ada di tengah masyarakat Lampung.

Berita Terkait

Sekura: Tradisi Masyarakat Saibatin yang Merawat Silaturahmi dan Identitas Budaya
Nuwo Sesat: Fungsi, Filosofi, dan Peran Balai Adat dalam Masyarakat Lampung
Kain Tapis Lampung: Sejarah, Motif, dan Makna Warisan Budaya yang Tetap Lestari
Siger Lampung: Sejarah, Makna, dan Filosofi Mahkota Ikonik dari Bumi Ruwa Jurai
Lampung Saibatin dan Pepadun: Mengenal Dua Adat Besar Masyarakat Lampung
Piil Pesenggiri: Filosofi Hidup Orang Lampung yang Sering Disalahpahami

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:05 WIB

Tari Sigeh Pengunten: Sejarah, Makna, dan Filosofi Tarian Penyambutan Khas Lampung

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:36 WIB

Sekura: Tradisi Masyarakat Saibatin yang Merawat Silaturahmi dan Identitas Budaya

Senin, 1 Juni 2026 - 18:16 WIB

Nuwo Sesat: Fungsi, Filosofi, dan Peran Balai Adat dalam Masyarakat Lampung

Senin, 1 Juni 2026 - 16:39 WIB

Kain Tapis Lampung: Sejarah, Motif, dan Makna Warisan Budaya yang Tetap Lestari

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:20 WIB

Lampung Saibatin dan Pepadun: Mengenal Dua Adat Besar Masyarakat Lampung

Berita Terbaru