Inti Lampung – Lampung Timur | Sejak bulan Juli hingga September 2024 ini kebakaran melanda sejumlah arean kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Humas Taman Nasional Way Kambas Sukatmoko mengatakan kebakaran yang terjadi di kawasan TNWK terjadi berkali-kali, dengan sebaran di area 1 dan 2. Pihaknya mencatat jumlah lahan yang terbakar mencapai 1.022 hektare.
“Kebakaran lahan selama triwulan ini yakni di Juli hingga September awal kami mencatat total 1.022 hektar lahan terbakar. Untuk sebaran lahan yang terbakar itu ada di area seksi wilayah 1 dan 2, ini memang terjadi berkali-kali,” kata dia, Senin (9/9/2024) malam.
Namun demikian, Sukatmoko menilai dampak kebakaran tahun ini tidak seluas tahun sebelumnya. Sementara untuk titik kebakaran kurang lebih sama seperti tahun lalu.
“Untuk tahun ini relatif lebih bisa ditangani dan luasannya juga tidak seperti tahun lalu. Memang ada beberapa lokasi yang tahun lalu terbakar di tahun ini juga terbakar kembali,” ujarnya dikutip dari detikSumbagsel.
Menurut Sukatmoto, salah satu faktor penyebab kebakaran lahan di TNWK adalah musim kemarau. Lahan di TNWK dalam kondisi kering yang membuatnya mudah terbakar.
“Memang kondisinya masih kemarau, jadi memang kondisi lahan banyak yang kering,” ucapnya.
Hingga saat ini, petugas masih berada di dalam kawasan hutan untuk mendeteksi titik api guna mencegah kebakaran meluas serta mengupdate luas wilayah yang terbakar.
Diketahui, dampak terbakarnya lahan sejumlah arean kawasan Taman Nasional Way Kambas ini sejumlah satwa ikut menjadi korban.
“Iya ada beberapa hewan yang tim temukan mati ya, seperti burung dan ular, jadi satwa-satwa yang jalannya lambat itu jadi korban dan terbakar,” ungkap Sukatmoko dalam kesempatan lain. (*)










Komentar