DPRD Lampung Sebut Hilirisasi Sawit dan Kopi Kunci Tingkatkan Nilai Tambah Produk Lokal

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki | Foto: Ist.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki | Foto: Ist.

Inti LampungKabar Lampung | Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal di Provinsi Lampung. Langkah ini dianggap penting agar capaian ekspor daerah berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Basuki, menanggapi lonjakan nilai ekspor Lampung yang menembus Rp111,3 triliun atau setara USD 6,64 miliar sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan penguatan industri pengolahan di dalam daerah agar manfaatnya lebih optimal.

Baca Juga :  DPRD Lampung Apresiasi Kembalinya Status Internasional Bandara Radin Inten II

“Kami menyambut baik capaian ekspor Lampung yang mencapai Rp 111 triliun di 2025, dan kami percaya bahwa hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dapat menjadi kata kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal,” ujar Basuki pada, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, hilirisasi merupakan langkah strategis agar kekayaan alam Bumi Ruwa Jurai tidak hanya dikirim dalam bentuk bahan mentah. Fokus pada produk turunan diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan sekadar ekspor komoditas primer.

Baca Juga :  Percepatan Industri Hilir, DPRD Lampung Dukung Pergub Larangan Penjualan Ayam Hidup ke Luar Daerah

Basuki juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan Lampung, termasuk sawit dan kopi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan tersebut.

“Hilirisasi komoditas turunan kelapa sawit dan kopi dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya. Ia menilai penguatan industri pengolahan di daerah akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Lampung ke depan. (*)

Berita Terkait

Diskominfotik Lampung Matangkan Persiapan EPSS 2026, Targetkan Peningkatan Kualitas Data
Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Tekankan Penyegaran Birokrasi
Pembangunan Jalan Kasui–Air Ringkih Dimulai, Gubernur Tekankan Kualitas Pekerjaan
Wagub Lampung Pimpin Evaluasi Program Desaku Maju, Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa
Mahasiswi FEB Juara PILMAPRES Unila 2026, Siap Lanjut ke Tingkat Wilayah
Pemprov Lampung Gelar Ziarah TMP Peringati HUT ke-62 Provinsi Lampung
Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD
Mahasabha XIV KMHDI Digelar di Bandar Lampung, Fokus Regenerasi dan Arah Organisasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 19:08 WIB

Diskominfotik Lampung Matangkan Persiapan EPSS 2026, Targetkan Peningkatan Kualitas Data

Kamis, 9 April 2026 - 12:05 WIB

Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Tekankan Penyegaran Birokrasi

Rabu, 8 April 2026 - 19:08 WIB

Pembangunan Jalan Kasui–Air Ringkih Dimulai, Gubernur Tekankan Kualitas Pekerjaan

Selasa, 7 April 2026 - 18:27 WIB

Wagub Lampung Pimpin Evaluasi Program Desaku Maju, Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:54 WIB

Pemprov Lampung Gelar Ziarah TMP Peringati HUT ke-62 Provinsi Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekda | Foto: Ist.

Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 7 Apr 2026 - 19:17 WIB