Kisah Mooryati Soedibyo Membangun Mustika Ratu dengan Modal Rp 25 Ribu

- Editor

Rabu, 24 April 2024 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mooryati Soedibyo pendiri Mustika Ratu | Foto: Ist.

Mooryati Soedibyo pendiri Mustika Ratu | Foto: Ist.

Inti LampungEkonomi dan Bisnis | Tokoh wanita Indonesia yang merupakan pendiri produk kecantikan Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo, meninggal dunia dalam usia 96 tahun pada Rabu (24/4/2024).

Selama hampir satu abad usianya, Mooryati Soedibyo mencurahka tenaga dan pikiran di dunia kosmetik dan kecantikan. Sejak kecil, Mooryati sudah akrab dengan dunia kosmetik.

Ini bisa terjadi karena dia tumbuh besar di dunia Kesultanan Surakarta. Perempuan kelahiran 5 Januari 1928 itu merupakan cucu Susuhan Pakubuwana X, Raja Surakarta.

Melansir CNBC Indonesia dari Family Business Responses to Future Competition (2012) dia bercerita bahwa sebagai cucu raja, sejak usia 3 tahun dia sudah didik menguasai keterampilan sesuai tradisi kerajaan.

“Mulai dari seni tari, karawitan, membatik, meramu jamu, hingga membuat kosmetika tradisional dari bahan alami,” kata Mooryati.

Saat merawat rambut, misalnya, Mooryati cerita dia kerap mencuci rambutnya dengan bubuk merang yang dibakar. Sedangkan conditionernya berasal dari air asam. Kebiasaan-kebiasaan ini yang kemudian mengantarkan Mooryati piawai dalam membuat kosmetik di masa depan.

Kepiawaian membuat kosmetik memantik dirinya untuk berbisnis. Bisnis pertamanya dimulai pada 1973, ketika dia melayani permintaan membuat beras kencur untuk teman-temanya.

Baca Juga :  OJK: Guru dan Pelajar Rentan Terjerat Pinjol Illegal, Ini Penyebabnya

“Dengan menggunakan peralatan ala kadarnya, dia menumbuk sendiri bahan-bahan jamunya bersama dua orang pembantu di garasi rumah, Jl. Sawo No. 31 Mentemt. Jakarta,” ujarnya.

Tak disangka, hanya bermodalkan Rp 25.000 beras kencur ala Mooryati sukses membuat banyak orang sehat. Saat berbisnis, Mooryati berkenalan dengan pedagang jamu dan kosmetik lain bernama Martha Tilaar. Perkenalan inilah yang mengubah jalan hidup Mooryati.

Martha Tilaar dalam Kecantikan Perempuan Timur (2017) bercerita, bahwa alasan dia mengajak Mooryati karena butuh orang yang berasal dari lingkup keraton. Saat itu, Martha sedang mengusung produk kosmetik yang dibuat berdasarkan “rahasia keraton”.

“Namun, pengusungan produk itu terasa sulit karena saya bukan keturunan keraton. Maka, saya mengajak Mooryati Soedibyo untuk mengembangkan usaha dan memproduksi ‘Mustika Ratu’,” ungkap Martha.

Setelah kongsi itu terjadi, berdirilah PT Mustika Ratu pada 1975. Mooryati membuat produksi 5 macam jamu, yakni peawatan wanita, pelangsing tubuh, jamu keputihan, kesepuhan dan berbagai kosmetik tradisional lainnya. Sementara, Martha mengurusi internal perusahaan.

Kolaborasi membuat Mustika Ratu berjaya. Produk-produknya tersebar luas di berbagai toko dan salo kecantikan. Bahkan, kurang dari lima tahun perusahaan sudah ekspansi dengan membeli berbagai mesin canggih penunjang produksi.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Gelar Rakor TKPKD 2025, Satukan Langkah Atasi Kemiskinan Ekstrem

“[Kunci keberhasilan Mustika Ratu] karena keberhasilan konsep marketing yang diterapkan sejak 1970, di mana perempuan Indonesia masih mencari identitas, yakni menjadi secantik puteri keraton,” tulis Martha Tilaar.

Namun, kongsi tersebut pecah jalan di tahun 1977. Mooryati memutuskan menjalankan Mustika Ratu seorang diri. Begitu juga Tilaar yang membuka produk kosmetik yang diangkat dari namanya dan memulainya dari nol lagi.

Setelah perpecahan tersebut, Mooryati makin agresif berbisnis. Dia membuat struktur permodalan kuat hingga Mustika Ratu jadi salah satu ‘raja’ produk kosmetik di Indonesia. Bahkan, dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, Mustika Ratu sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Produk-produknya pun sudah tersebar luas di Indonesia dan di luar negeri. Mustika Ratu hanya punya pesaing kuat, yakni produk-produk dari Martha Tilaar. Setelah berkiprah selama hampir 40 tahun, Mooryati mengalihkan bisnis perusahaan ke anaknya. Kini, dia sama sekali sudah tak mengurusi bisnis sebab Tuhan memanggil dia pada Rabu, 24 April 2024. (*)

Berita Terkait

Gubernur Lampung Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026
Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI
Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri
Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar
DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan
Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Lampung Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok
Provinsi Lampung Catat Inflasi Terendah pada Januari 2026
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 19:17 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:48 WIB

Disperindag Lampung Ajak UMKM Naik Level di Era Digital Lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:47 WIB

Wagub Jihan Tinjau Langsung Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Jelang Idulfitri

Senin, 23 Februari 2026 - 15:16 WIB

Rakor Inflasi Februari 2026, Pemprov Lampung Dorong TPID Lebih Aktif Awasi Harga Pasar

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:37 WIB

DPRD Lampung Dorong Transformasi Digital Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Bandar Lampung | Foto: Metrotvnews.com/ Imam Setiawan

Bandar Lampung

Menyelisik Efektivitas Anggaran Penanganan Banjir Kota Bandar Lampung

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:29 WIB