Inti Lampung – Politik | Langkah Rahmat Mirzani Djausal menuju Gubernur Lampung semakin mantap setelah mendapat dukungan sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Lampung untuk Pilkada 2024dari Partai NasDem.
Dukungan kepada Mirza ini ditandai dengan penyerahan surat rekomendasi yang diberikan oleh Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem, Willy Aditya didampingi Taufik Basari, Ketua DPP Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta, pada Kamis (1/8/2024).
Mirza mengungkapkan bahwa NasDem adalah partai pertama yang memberikan surat rekomendasi dukungan kepadanya. Ia menyampaikan apresiasi kepada NasDem yang telah mendukung dirinya sebagai bakal Cagub Lampung.
“Tentunya ini adalah suatu amanah. Tadi juga ketemu Ketua Umum Pak Surya Paloh, banyak sekali nasihat-nasihat beliau untuk menjadi bahan kami dalam membangun Lampung ke depan,” kata dia.
Meski sudah menentukan rekomendasi untuk Bacagub, tapi nasdem belum menentukan sikap mengenai calon wakil gubernur pendamping Mirza. Willy menyatakan bahwa pihaknya sedang mencari sosok yang terbaik untuk Lampung.
“Soal wakil kami cari yang terbaik. Semoga ini menjadi simbol kebangkitan anak muda sekaligus kesejahteraan untuk Provinsi Lampung,” ujar Sekretaris Bappilu NasDem.
Sementara itu, akademisi Fakultas sosial dan ilmu politik Universitas Lampung (Unila), Bendi Juantara menyebut, rekomendasi partai Nasdem kepada Rahmat Mirzani Djausal merupakan hal yang mengejutkan.
“Sesuatu berita yang mengejutkan ya, di tengah semakin masifnya pak Herman (Herman HN) dalam membangun komunikasi ke rakyat justru langkahnya harus tersangkut dengan persoalan tiket pencalonan pada partainya sendiri yakni Nasdem,” ungkap Bendi Juantara kepada Tribun Lampung, Jumat (2/8/2024)
Bendi menjelaskan, ada berapa hal yang bisa terlihat dari fenomena rekomendasi Nasdem untuk Rahmat Mirzani Djausal menuju Pilkada 2024.
“… langkah Herman HN untuk dicalonkan sebagai gubernur menjadi semakin berat pasca putusan DPP Nasdem. Tentu DPP Nasdem memberikan rekomendasi kepada Rahmat Mirzani Djausal memiliki dasar yang kuat, bukan hanya persoalan figur oriented,” ungkap Bendi. (*)










Komentar