Benarkah Penggunaan AC Berlebih Dapat Menyebabkan Bell’s Palsy? Ini Jawabannya

- Editor

Rabu, 25 September 2024 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penyakit Bell’s Palsy | Foto: Ist.

Ilustrasi penyakit Bell’s Palsy | Foto: Ist.

Inti LampungGaya Hidup | Bell’s Palsy adalah gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan wajah seperti “melorot”. Di Indonesia sendiri kasusnya terbilang jarang, kurang dari 150 ribu per tahun. Belakangan beredar kabar di masyarakat tentang pengaruh penggunaan AC terhadap penyakit ini. Benarkah demikian? Berikut ulasannya untuk Anda.

Definisi

Bell’s Palsy adalah salah satu penyakit saraf pada wajah yang menyebabkan kelumpuhan salah satu sisi wajah. Kondisi ini terjadi akibat disfungsi saraf fasialis yang mengontrol otot-otot wajah akibat peradangan, bengkak atau tertekan. Berbeda dengan stroke, kelumpuhan penyakit ini disertai kesulitan menggerakan otot wajah, seperti tidak bisa meniup atau menutup mata.

Gangguan saraf tersebut menyebabkan sisi wajah menjadi turun dan terlihat seperti melorot. Kondisi ini dapat menyerang secara tiba-tiba dan kebanyakan kasus bersifat sementara. Ada yang hilang dalam waktu beberapa hari, minggu hingga tahun. Bahkan, 10—30 persen dari total kasus tidak dapat disembuhkan sama sekali.

Benarkah Penggunaan AC Memicu Kondisi ini?

Menurut Maria Kristiani, seorang fisioterapis dari Canadian Specialist Hospital, tingginya penggunaan pendingin ruangan dapat memicu terjadinya kelumpuhan saraf wajah. Meskipun Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, transisi temperatur dari panas di luar ruangan ke ruang dingin ber-AC dapat memicu kerusakan saraf wajah.

Baca Juga :  Penyebab Badan Gampang Memar yang Harus Diwaspadai

Perubahan temperatur drastis juga kerap terjadi pada orang yang mandi menggunakan air hangat lalu langsung masuk ke ruangan yang dingin. Hal ini ditengarai menjadi penyebab aktifnya virus. Resiko ini dapat menjadi meningkat pada orang dengan faktor resiko tinggi, seperti penderita diabetes, wanita hamil dan orang dengan HIV/AIDS.

Penyebab Lain

Penyebab pasti penyakit ini memang belum diketahui, namun beberapa studi menunjukan bahwa penyakit ini erat kaitannya dengan infeksi virus, seperti virus herpes, epstein-Barr, Adenovirus, rubella, virus gondok, virus influenza dan Coxsackievirus. Virus-virus tersebut menyebabkan peradangan pada saraf wajah yang akan menyebabkan kelumpuhan saraf.

Faktor Resiko

Siapapun dapat terkena masalah saraf wajah ini, namun resikonya lebih tinggi pada orang yang berusia 15—45 tahun. Selain itu, beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan resiko, seperti kehamilan, orang dengan HIV/AIDS, penderita diabetes, infeksi pernapasan—seperti influenza—dan riwayat anggota keluarga yang pernah mengidap penyakit ini.

Gejala Bell’s Palsy

Gejala penyakit ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan membaik dalam waktu beberapa minggu. Adapun gejala umum, antara lain adalah kulit wajah turun dan tampak melorot pada satu atau kedua sisi wajah, mengeluarkan air liur, sensitif terhadap suara, nyeri pada rahang atau di belakang telinga, sakit kepala dan sulit menunjukan ekspresi wajah atau menutup mata.

Baca Juga :  Drakor Full House Menceritakan Tentang Apa? Ini Jawabannya

Penanganan

Cara Penganan yang paling tepat tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter, meskipun pasien dengan gejala ringan umumnya akan membaik tanpa pengobatan. Jika gejalanya cukup parah, biasanya dokter akan memberikan obat golongan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan saraf. Terkadang juga dokter akan memberikan obat antivirus dan obat pereda nyeri.

Meskipun kasusnya jarang, pasien yang tidak dapat pulih total akan disarankan untuk menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan wajah. ketika berkonsultasi ke dokter, beritahukan kondisi kesehatan Anda terutama hal yang menjadi faktor resiko untuk mempermudah diagnosa.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan AC dapat memicu terjadinya Bell’s palsy, terutama pada orang yang memiliki faktor resiko tinggi. Jika Anda mengalami gejala di atas disertai tinnitus (telinga berdengung), vertigo, sulit mendengar, tubuh melemah, mata merah atau iritasi, segera konsultasikan ke dokter.

Berita Terkait

Tips Menata Kamar Mandi Kost agar Tetap Nyaman untuk Mahasiswa Perantau
Fungsi Musik dalam Senam Irama yang Perlu Diketahui
Manfaat Minyak Bulus: Khasiat, Kegunaan dan Fakta yang Perlu Diketahui
Cara Mudah Atasi Gangguan Psikosomatis
Diet Sehat: Konsep, Prinsip, dan Manfaatnya
Begini Cara Mengobati Sakit Maag dengan Resep Obat Tradisional
Mengenal Jenis Penyakit Degeneratif yang Kerap Dialami Lansia
Ini 7 Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Tips Menata Kamar Mandi Kost agar Tetap Nyaman untuk Mahasiswa Perantau

Minggu, 20 Oktober 2024 - 13:43 WIB

Fungsi Musik dalam Senam Irama yang Perlu Diketahui

Selasa, 8 Oktober 2024 - 17:34 WIB

Manfaat Minyak Bulus: Khasiat, Kegunaan dan Fakta yang Perlu Diketahui

Senin, 7 Oktober 2024 - 09:55 WIB

Cara Mudah Atasi Gangguan Psikosomatis

Minggu, 6 Oktober 2024 - 15:09 WIB

Diet Sehat: Konsep, Prinsip, dan Manfaatnya

Berita Terbaru

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal | Foto: Ist.

Ekonomi dan Bisnis

Gubernur Lampung Dorong Program MBG Libatkan BUMDes dan UMKM Desa

Senin, 22 Jun 2026 - 19:32 WIB

Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah | Foto: Ist.

Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 22 Jun 2026 - 18:45 WIB