Atasi Wasting, Dompet Dhuafa Lampung Buat Pos Genzi di Kota Metro

- Editor

Rabu, 8 Mei 2024 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pos Genzi Dompet Dhuafa Lampung | Foto: Ist.

Pos Genzi Dompet Dhuafa Lampung | Foto: Ist.

Inti LampungKota Metro | Menurut Laporan Studi Status Gizi Indonesia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, prevalensi wasting (penurunan berat badan akut) di Lampung tahun 2022 sebesar 7%.

Sementara di Kota Metro angka prevelensi wasting lebih besar dari Provinsi Lampung yakni sebesar 8,4%. Untuk itu, beragam upaya terus dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat untuk berusaha menurunkan angka wasting tersebut.

Termasuk Dompet Dhuafa Lampung yang turut berkomitmen membantu menyelamatkan masa depan anak bangsa dengan pengentasan gizi buruk melalui program Kesehatan. Pos Gerakan Sadar Gizi (GENZI) merupakan salah satu program di pilar kesehatan Dompet Dhuafa Lampung.

Pos Genzi merupakan intervensi perbaikan gizi balita wasting dan berisiko wasting melalui pendidikan pangan lokal dan perubahan perilaku makan yang dilakukan secara terus menerus selama 12 hari di Pos Genzi.

Wasting merupakan kondisi berat badan anak terhadap tinggi badannya yang tidak proporsional atau sangat kurang bahkan berada di bawah rentang angka normal. Dalam kondisi wasting perawakan anak akan tampak kurus atau sangat kurus karena berat badan tidak sepadan dengan tinggi badan.

Selain risiko kematian yang tinggi, anak penderita wasting yang tidak tertangani dengan baik berisiko 3 kali lebih tinggi menjadi stunting.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit Jantung, Batin Wulan Ajak Warga Terus Bergerak dan Hidup Sehat

Program Genzi yang berlangsung sejak akhir Januari di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat ini bermitra dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Lampung dan kader posyandu setempat selaku pelaksana program.

Saat ini program Genzi telah memasuki tahap monitoring dan evaluasi. Total sejumlah 20 anak dan orangtua sebagai penerima manfaat program pos Genzi ini.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Yogi Achmad Fajar mengutarakan bahwa pemilihan lokasi berdasarkan koordinasi dan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Metro.

“Pemilihan lokasi tentu kami berkoordinasi dengan Dinkes setempat yang merekomendasikan lokus-lokus yang ada di Kota Metro, sehingga program ini benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” kata dia.

Program Pos Genzi adalah bentuk kepedulian Dompet Dhuafa Lampung kepada masyarakat terkait pentingnya kesadaran gizi dan pola hidup sehat. Selain itu, program ini bertujuan untuk membantu memulihkan berat badan anak.

Karin selaku pelaksana program Genzi dari AIMI Lampung menyebutkan bahwa setelah satu bulan hingga 2 bulan program ini berlangsung, terdapat beberapa penerima manfaat yang mengalami peningkatan berat badan.

“Alhamdulillah setelah monitoring kedua, terdapat beberapa yang mengalami peningkatan berat badan,” ujarnya.

Rohwati (53) salah satu kader posyandu di Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat bercerita terkait pengalamannya dalam mendampingi dan memantau pelaksanaan program Pos Genzi selama 12 hari tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Percepatan Transformasi Kesehatan Melalui Kolaborasi Strategis

Rohwati bercerita bahwa Ia merasa tertolong dengan adanya program Pos GENZI yang telah memberikan edukasi sehingga ada perubahan perilaku pola asuh orang tua dan pola makan anak.

“Terima kasih AIMI dan Dompet Dhuafa, kami para kader dan orang tua mendapatkan ilmu baru dan dapat kami bagikan dan praktekkan terus kedepannya,” ucapnya.

Melalui program ini, lanjutnya, terjadi perubahan perilaku yang terlihat pada orang tua dan juga anak. Anak-anak sudah terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kini, para orang tua menjadi lebih kreatif untuk memberikan makanan kepada buah hatinya.

“Sekarang orang tua tidak lagi bingung untuk memberikan makanan kepada balita, karena tidak lagi memisahkan makanan anak dan makanan sehari-hari. Anak memakan apa yang dimakan orang tua,” tutur Rohwati.

Senada dengan Riyanti (32) salah satu penerima manfaat program ini juga bercerita bahwa anaknya kini menjadi lebih lahap makan. Karena sebelumnya cukup sulit untuk makan.

“Alhamdulillah berkat program genzi ini, kami ibu-ibu jadi lebih kreatif. Sekarang anak jadi suka ngemil juga,” ungkap Riyanti. (*)

Berita Terkait

Diskominfotik Lampung Matangkan Persiapan EPSS 2026, Targetkan Peningkatan Kualitas Data
Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Tekankan Penyegaran Birokrasi
Pembangunan Jalan Kasui–Air Ringkih Dimulai, Gubernur Tekankan Kualitas Pekerjaan
Wagub Lampung Pimpin Evaluasi Program Desaku Maju, Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa
Mahasiswi FEB Juara PILMAPRES Unila 2026, Siap Lanjut ke Tingkat Wilayah
Pemprov Lampung Gelar Ziarah TMP Peringati HUT ke-62 Provinsi Lampung
Bupati Pesawaran Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD
Mahasabha XIV KMHDI Digelar di Bandar Lampung, Fokus Regenerasi dan Arah Organisasi
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 19:08 WIB

Diskominfotik Lampung Matangkan Persiapan EPSS 2026, Targetkan Peningkatan Kualitas Data

Kamis, 9 April 2026 - 12:05 WIB

Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Gubernur Tekankan Penyegaran Birokrasi

Rabu, 8 April 2026 - 19:08 WIB

Pembangunan Jalan Kasui–Air Ringkih Dimulai, Gubernur Tekankan Kualitas Pekerjaan

Selasa, 7 April 2026 - 18:27 WIB

Wagub Lampung Pimpin Evaluasi Program Desaku Maju, Fokus Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:54 WIB

Pemprov Lampung Gelar Ziarah TMP Peringati HUT ke-62 Provinsi Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran BPS Provinsi Lampung di Ruang Kerja Sekda | Foto: Ist.

Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Lampung Tegaskan Dukungan Penuh Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 7 Apr 2026 - 19:17 WIB