Inti Lampung – Kabara Lampung | Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya Lampung sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama bagi generasi muda. Menurutnya, kemajuan daerah ditentukan oleh karakter masyarakat yang kuat dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.
Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertema “Cawo Bubalah Lampung” yang digelar Mighrul Lappung Bersatu di Balai Keratun, Jumat (22/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mirza menilai penguatan budaya lokal harus berjalan seiring dengan pembangunan pendidikan. Ia menekankan bahwa identitas budaya menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas generasi penerus di Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Mighrul Lappung Bersatu dalam melestarikan budaya daerah sekaligus implementasi Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kamis Beradat.
Mengusung semangat Boedi Oetomo sebagai tonggak kebangkitan kesadaran terhadap identitas, ilmu pengetahuan, dan budaya bangsa, Mighrul Lappung menyelenggarakan Lomba Cawo Bubalah Lampung untuk mendorong kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Selain itu, kegiatan ini juga terinspirasi dari perjuangan R.A. Kartini di bidang pendidikan. Mighrul Lappung memandang perempuan memiliki peran penting tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam menjaga bahasa, budaya, dan identitas daerah demi keberlanjutan budaya Lampung di masa depan. (*)










Komentar